Lain Lain

Harapan Rakyat Indonesia

Tahun 2018 dan 2019 akan men­jadi tahun penting bagi politik In­do­nesia, dimana akan diseleng­garakan ta­hun pesta demokrasi atau tahun pe­milu. Tahun 2018 akan di­se­leng­ga­ra­kan Pemilihan Kepala Daerah (Pil­ka­da) serentak di 171 daerah dan Tahun 2019 akan berlangsung Pemilihan Le­gislatif (Pileg) bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pada bulan Juni 2018, 171 daerah se­cara bersamaan akan mengikuti pe­milihan untuk memilih walikota baru, bu­pati dan gubernur (Pilkada 2018). Pa­sangan calon gubernur-wa­kil guber­nur, wali kota-wakil wali kota, dan bu­­pati-wakil bupati yang bakal me­ng­ikuti kontestasi pun telah di­te­tapkan oleh KPUD di setiap daerah di per­te­nga­han Februari 2018. Terca­tat 17 pro­vin­si, 115 kabupaten dan 39 kota ba­kal meng­gelar pemilihan ke­pa­la dae­rah secara langsung serentak pada tahun 2018. Tentu harapan rakyat akan nantinya akan mendapatkan pemimpin yang adil.

Sebagai harapan rakyat pemilu tahun ini sebagai puncak pesta demokrasi 5 tahunan akan dilaksana­kan pada tanggal 17 April 2019 yang dimana akan memilih para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD serta akan memilih presiden dan wakil presiden. Waktu pemungutan suara Pilkada 2018 sa­ngat dekat dengan waktu pendaftaran ca­lon presiden dan calon wakil pre­siden maupun calon legislatif periode 2019-2024. Pelaksanaan untuk Pilkada 2018 berlangsung pada 27 Juni 2018. Masa pendaftaran calon legislatif di­gelar kurang dari dua minggu setelah­nya. Adapun waktu pendaf­taran capres dan calon wakil presiden pe­riode 2019-2024 bakal dilakukan ku­rang dari dua bulan setelahnya, yaitu pada awal Agustus 2018. Ke­dekatan periode waktu ini membuat ha­sil Pilkada 2018 sedikit banyak ba­kal berpengaruh terhadap kontestasi di pemiihan presiden 2019. Walau pun masih beberapa bulan lagi menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden, suhu panas pertarungan politik menuju Pemilihan Presiden 2019 sudah mulai terasa. Beberapa partai politik sudah mengelus-elus calon presiden.

Partai politik yang belum menentu­kan dan memiliki capres dan cawapres masih melakukan manuver politik lin­tas partai, mencari koalisi, dan lainnya dalam menentukan pilihan sekaligus memberikan dukungan untuk capres dan­ cawapres yang betul-betul memi­liki kredibilitas baik, popularitas dan elek­ta­bilitas yang tinggi. Partai politik dalam mengusung kan­didatnya harus penuh dengan ke­hati-hatian dan harus banyak per­tim­bangan agar dapat meraih ke­suk­sesan, karena jika salah dalam me­ngusung dan memilih kandidatnya mung­kin akan gagal dalam meraih sua­ra ter­banyak. Harapan rakyat memben­tuk pe­me­rintahan sebagai wujud pelak­sanaan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum. Masyarakat memi­liki harapan yang besar terhadap Pil­kada, Pileg dan Pilpres. Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 di­ha­rapkan berjalan lancar, dapat di­te­tap­kan pasangan-pasangan calon ke­pala daerah-wakil kepala daerah, ca­pres-cawapres, calon wakil rakyat ter­baik dan masyarakat dapat memilih calon yang terbaik pula.

Rakyat menghendaki agar Pilkada Se­rentak 2018 dan Pemilu 2019 ber­jalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai, kondusif, dan ber­­kua­litas. Tidak terjadi kekerasan da­­lam bentuk apapun, baik secara ter­bu­ka mau­pun terselubung, karena bila ke­k­e­ra­san terjadi, damai dan rasa aman tidak akan mudah dipulihkan. Ada­nya k­e­sadaran dari berbagai pihak agar tidak melakukan usaha-usaha yang dapat memecah belah persatuam dan kesatuan. Pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, harapan rakyat pemimpin dan wa­kil rakyat yang terpilih adalah orang baik, mementingkan kepentigan rakyat umum, menghayati nilai-nilai aga­­ma dengan baik dan jujur, peduli ter­hadap sesama, berpihak kepada rak­yat miskin, cinta damai dan anti ke­ke­rasan. Calon pimpinan dan wakil rakyat yang jelas-jelas berwa­wasan sempit, me­mentingkan kelompok, dikenal tidak jujur, korupsi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan tidak layak dipilih. Sebelum menentukan pilihan, pemilih betul-betul memeriksa latar belakang dan rekam jejak calon yang akan dipilih. Pemilih dapat melihat dan menilai calon pemimpin dan wakil rakyat dari kiprahnya di sebuah ins­titusi, perilaku dalam kehidupan sehari-hari, dan juga perilaku dalam pro­ses kampanye pilpres. Ini harus dilakukan supaya Pemilu menghasil­kan pimpin­an dan wakil rakyat yang ber­kualitas. Pemerintahan yang sesung­guhnya adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat. Karena itu sesungguhya pemerintah dan DPR berjuang dari, oleh dan untuk rakyat, bukan untuk partai atau golongan apalagi pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *